Pos Anggrek 2, pelaksanaan kegiatan rutin posyandu Desa Sidosari berlangsung aman, nyaman serta kondusif. Para Ibu Balita cukup antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada Hari Jum'at, 5 Januari 2024 di Dusun Karanggintung.
Dalam pelaksanaannya, terdapat 27 balita yang ditimbang berat badan, diukur tinggi badan serta imunisasi. Adapun imunisasi yang diberikan yaitu Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) pada balita sejumlah 2 balita dari jumlah total 27 balita yang hadir. Sedangkan, 25 Balita yang hadir hanya melakukan pemeriksaan rutin. Adapun beberapa hal/manfaat dari Vaksin/Imunisasi DPT antara lain sebagai berikut :
Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Mikroorganisme tersebut menghasilkan racun dan menginfeksi selaput lendir di hidung dan tenggorokan.
Gejala awalnya ditandai dengan munculnya selaput atau lapisan berwarna abu-abu. Lapisan ini tampak menutupi amandel dan tenggorokan pengidapnya. Bahkan, bakteri bisa memicu kerusakan organ tubuh jika masuk ke dalam aliran darah.
Pertusis atau yang lebih dikenal dengan batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Mikroorganisme ini sangat mudah menular dan menyebabkan peradangan di saluran pernapasan.
Tubuh melawan infeksi bakteri dengan memproduksi banyak lendir. Karena ini, pengidap mengalami gejala berupa batuk berdahak. Jika tidak ditangani, komplikasi seperti pneumonia, mimisan, bahkan kematian mungkin saja terjadi.
Tetanus merupakan penyakit yang dipicu oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini terdapat pada kotoran hewan dan tanah, serta masuk ke dalam tubuh melalui luka.
Mikroorganisme tersebut menginfeksi saraf dan otot dalam tubuh. Akibatnya, pengidap akan mengalami kejang atau kaki pada otot rahang, leher, dada, dan perut. Komplikasinya dapat berupa kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.
Sederhananya, pemberian vaksin DPT pada anak efektif mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Jika suatu saat terinfeksi, mereka akan mengalami gejala yang lebih ringan ketimbang anak yang tidak diberikan vaksin
Selain itu, dalam pelaksanaan posyandu tersebut dilakukan pemeriksaan pada ibu-ibu lanjut usia dengan pemeriksaan ukur tekanan darah, cek kolesterol, cek gula darah, cek asam urat, ukur tinggi badan serta berat badan. Dalam pemeriksaan tersebut terdapat 6 orang ibu lanjut usia yang melakukan pemeriksaan.
Kegiatan posyandu didukung oleh pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu kedelai yang diberikan kepada Balita dan Ibu-ibu Lanjut Usia.
Dengan adanya pelaksanaan Posyandu ini semoga kita semua selalu sehat, aman dan nyaman..
Jangan lupa selalu bergerak aktif dan menjaga pola makan dengan gizi seimbang..
#SalamSehat
Admin SID :)